Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Kumpulan Puisi Perpisahan Sahabat Paling Sedih

Puisi perpisahan sahabat hay sahabat semua apa kabar? semoga semuanya dalam keadaan baik. Kali ini tumpukanpuisi.blogspot.com ingin berbagi puisi yang bertema sahabat yaitu puisi perpisahan sahabat.  Sebelum lanjut saya ingin bertanya apasih arti seorang sahabat untuk anda? Jawabannya bisa penting, sangat penting, tidak penting dan sebagainya karena setiap orang berbeda beda. Nah di bawah ini

Kumpulan Puisi Untuk Ayah

Kumpulan Puisi Untuk Ayah ayah adalah sesosok orang tua yang sama pentingnya dengan ibu karena tanpa ayah maka kita tidak ada di dunia ini, jika ayah kita tidak ada maka kita juga tidak ada. Ayah juga orang yang melindungi kita, bekerja untuk memberikan kita makan dan kadang dia menjadi pendengar yang baik di saat kita banyak masalah. Oleh karena itu saya ingin menulis puisi untuk ayah yang ada

Namamu Ada di Setiap Doaku

Kumpulan Puisi Namamu selalu memiliki baris di pucuk doaku Kugenggam sudut hati hingga memutih Kujajal setiap relung hingga kutemukan ada sebulat harapan Kukirim desis itu di gerbang malam. Kau teramat kucintai Hingga doaku juga setia padamu Entah mantra apa yang kau kunyah tiap hari Hingga ia mencekatku dengan baris ayat. Ilahi pemilik langit teramat tahu Dia tahu ada secuil biji

Aku Tidak Ingin Menyerah

Aku tidak ingin menyerah Meski gagal beribu datang Meski keringat yang jatuh takkan terbalaskan Meski airmata menjadi kata pelipur lara. Aku tidak ingin menyerah Keadaan mencekik memaksaku bergaduh ampun Hati tetap setegar batu di tengah biru Yang akhirnya akan menyatu menjadi biru di buih. Aku tidak ingin menyerah Rasa sakit dan sesal di dada harus kubakar dengan tekad Tekad yang

Tiga Belas Maret

Tiga belas maret Aku menjadi hamba di pangkuan bumi Menjadi seonggok merah daging manusia Menghirup pucuk pucuk udara rahmat tuhanku. Tiga belas maret Aku menari keluar dari alam janin Kusandang nama dari mahkluk putih Di tiupnya kalimat tuhan ke telinga putihku. Tiga belas maret Sudah lama juga ternyata umur yang sudah kurenggut Tuhan nikmatmu begitu nyata begitu bisa kusentuh

Aku Takut Mati, Sangat Takut

Sayang jika suatu hari nanti aku tiada Jika suatu hari nanti aku tinggal sebaris nama Ketika jasadku kaku dan di huni ulat ulat busuk Apakah masih tersisa sepucuk cinta untukku? Meski takut akan maut Aku akan teguhkan dada untuk menghadapinya Karena ku tahu ini adalah ketetapan bernama takdir Aku hanya bisa memohon dengan doa sederhana. Tuhan aku takut aku takut Rasa takut menjelma

Kuburan Cinta

Kuburan cinta Di lubang merah itu airmata kuseka Tiada hari tanpa luka kurasa Ribuan sayatan menjadi kekasih hati. Kuburan cinta Di gundukan bumi itu cintaku bersemanyam Hidup dalam hitam tanpa putih Meraba setiap rasa dengan bodoh yang kupelihara. Kuburan cinta Di sanalah cintaku untukmu berada Cinta yang dulu kita genggam Sekarang kutanah di bawah pohon jarak. Kuburan cinta Cinta

Aku Yang Selalu Kau Sakiti

AKU YANG SELALU KAU SAKITI Aku yang selalu kau sakiti Yang pernah bersemanyam di gundukan hatimu Yang dulu adalah doa yang selalu menembus biru Yang namaku adalah harapan di hari uzurmu. Aku yang selalu kau sakiti Sekarang semua warnaku adalah duri Duri yang enggan kau simpan Bahkan di masa lalumu juga kau campak. Aku yang selalu kau sakiti Hujan saja enggan setia

Tentang Sahabat

Sudah lama sejak terakhir bertemu Saat kau menungguku di bawah julangan akar pohon Saat itu aku datang terlambat Masih ingatkah engkau? Masih ingatkah engkau tentang hujan? Saat kita bermain di bawah rinai air langit Saat kau melemparkan tanah liat padaku Tidakkah engkau mengingatnya? Puisi untuk sahabat Sekarang semua tentangmu itu hanya bayang kenangan Yang tidak bisa kurengkuh

Aku Menangis Dalam Doa

Doaku adalah mantra yang menguatkanku Mengakarkan kerapuhan yang siap merobohkanku di dada Ingin rasanya kumemaki tapi allah peduli Ingin rasanya kumenangis tapi allah menghapus airmataku. Doaku adalah harapan yang selalu kupunya Ketika kehilangan doa memberiku banyak hal Termasuk harapan Bahwa yang hilang akan pasti allah gantikan Dengan yang lebih baik. Baca juga: kumpulan puisi terbaru

Senja Di Sudut Bibir

Saat kubuka mataku Yang kulihat bukanlah kutakan bekas luka yang enggan kering Yang kulihat adalah matahari baru Matahari yang melambangkan harapan baruku di ufuk subuh yang dingin. Aku harus tetap menjadi karang yang tiada pernah merasa rapuh menghadapi pahitnya hantaman air garam Aku harus menjadi bintang yang selalu memegang teguh kesetiaan meski kadang aku tidak pernah di lihat Dan yang

Hantu Di Sudut Hati

Aku merindukanmu wahai kekasih Adakah kau mendengar bunyi doaku yang setia melintaskan namamu di ujung barisnya Tidakkah kau tahu bahwa aku di sini terikat oleh rindu yang meregang regang. Telah kutinggalkan rasa rinduku bersama nirwana di bawah pohon jambu Kugugurkan sakitnya agar aku tidak bisa memetiknya dan memakannya Aku sungguh lelah dengan semua ini Aku lelah dengan semua yang bernama

Ku buka mataku dari hitamnya malam

Ku buka mataku dari hitamnya malam Kulihat ternyata masih ada fajar di senin ini Ternyata allah masih bersudi hati memberiku umur Terima kasih allah. Ku buka mataku dari hitamnya malam Hari ini ku coba lalui dengan tawa Tawa yang mungkin sebentar lagi akan raib Maafkan maafkan aku. Ku buka mataku dari hitamnya malam Yang kutatap bukan lagi hitam pekat Warna warna indah dunia masuk kedalam